Alat Untuk Mengukur Kedalaman Laut

Pada kesempatan ini kita Datasoal akan membahas tentang alat untuk mengukur kedalaman laut. Mengapa harus membahas alat untuk mengukur kedalaman laut? Jawabannya adalah karena alat ini masih erat hubungannya dengan materi-materi fisika yang telah diposting sebelumnya seperti Manfaat Bunyi Dalam Kehidupan Sehari-hari dan Contoh Soal Bunyi dalam Fisika.

Alat untuk mengukur kedalaman laut adalah Echosounder. Alat ini berfungsi untuk menghitung kedalaman air laut dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk sinyal bunyi mencapai dasar laut hingga kembali ke kapal.

Alat Untuk Mengukur Kedalaman Laut2

Awalnya, alat untuk mengukur kedalaman laut masih sangat sederhana. Seutas tali yang diberi pemberat dilepas dari sebuah kapal sampai pemberat tersebut menyentuh dasar laut. Batas air pada tali di berikan tanda, kemudian tali tersebut diukur yang hasilnya akan menentukan kedalaman laut di tempat itu. Metode pengukuran ini memakan waktu dan tenaga yang lumayan banyak sehingga metode ini tidak lagi digunakan.

Penemuan teknologi sonar telah mengubah cara memetakan kedalaman laut disuatu tempat. Sebuah pemancar yang biasa disebutdisebut transduser mengirimkan pulsa suara langsung ke dalam air. pulsa bergerak turun melalui air dan memantul dari dasar laut. transduser ini mampu merekam suara pantulan tersebut. Komputer kemudian mengukur waktu yang dibutuhkan untuk pulsa suara untuk mencapai bagian dasar laut dan kembali lagi ke kapal. Di air dangkal gelombang suara akan kembali dengan sangat cepat sedangkan di perairan yang lebih dalam akan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menerima gema.

Baca juga:   Pengertian Bunyi

Baca juga artikel menarik tentang: Gelombang Transversal.

Kedalaman laut dihitung dengan mengetahui bagaimana kecepatan perjalanan suara di dalam air (sekitar 1.500 meter per detik).  Metode pemetaan dasar laut seperti ini disebut sebagai metode echosounding.

Echosounder dapat menggunakan frekuensi suara yang berbeda untuk mengetahui hal-hal yang berbeda tentang laut. Kedalaman air biasanya diukur dengan Echosounder yang mengirimkan suara di 12 kilohertz (kHz). Frekuensi yang lebih rendah (3,5 kHz) dapat digunakan untuk melihat lapisan sedimen di bawah dasar laut. Frekuensi yang lebih tinggi (200 kHz) dapat digunakan untuk mengidentifikasi ikan dan plankton yang berada di dalam air.

Leave a Reply

Your email address will not be published.