Hukum Pemantulan Cahaya

Artikel ini membahas tentang hukum pemantulan cahaya. Seperti yang telah kita ketahui, salah satu sifat cahaya adalah dapat dipantulkan dan dibiaskan. Untuk itu, mari kita pelajari bagaimana berkas cahaya memantul berdasarkan Hukum Pemantulan Cahaya.

Cahaya diketahui berperilaku dengan cara yang sangat mudah diprediksi. Jika seberkas cahaya yang diamati menuju dan dipantulkan oleh cermin datar, maka perilaku cahaya yang dipantulkan akan mengikuti hukum yang dapat diprediksi yang dikenal sebagai hukum pemantulan cahaya.

Diagram pemantulan cahaya tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Hukum-Pemantulan-Cahaya_2

Dalam diagram, sinar cahaya yang mendekati cermin dikenal sebagai sinar datang (berlabel i dalam diagram). Sinar cahaya yang meninggalkan cermin dikenal sebagai sinar yang dipantulkan (diberi label r dalam diagram). Pada titik tertentu dimana sinar menyentuh cermin, garis dapat ditarik tegak lurus dengan permukaan cermin. Baris ini dikenal sebagai garis normal (diberi label N dalam diagram). Garis normal membagi sudut antara sinar datang dan sinar yang dipantulkan menjadi dua sudut yang sama.

Sudut antara sinar datang dan yang normal dikenal sebagai sudut insidensi. Sudut antara sinar yang dipantulkan dan yang normal dikenal sebagai sudut pantulan (sudut refleksi). Kedua sudut ini diberi label dengan huruf Yunani “theta” disertai dengan subscript; dibaca sebagai “theta-i” (θi) untuk sudut insiden dan “theta-r” (θr)untuk sudut refleksi.

Baca juga:   Contoh Soal Rabun Jauh

Hukum Pemantulan Cahaya

Berdasarkan diagram pemantulan cahaya tersebut Willebrord Snellius menuliskan bunyi Hukum pematulan cahaya sebagai berikut:

  1. Sinar Datang, Garis Normal, dan Sinar Pantul, terletak pada satu bidang datar.
  2. Sudut yang dibentuk oleh sinar datang terhadap garis normal sama dengan sudut yang dibentuk oleh sinar pantul terhadap garis normal.

Hukum pemantulan cahaya sebenarnya dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mengarahkan sinar dari sebuah lampu senter ke cermin datar membentuk sudut tertentu, maka cahaya akan dipantulkan oleh cermin tersebut membentuk sudut tertentu pula terhadap cermin.

Hukum-Pemantulan-Cahaya

Jika kita menarik garis tegak lurus diantara pertemuan garis sinar datang dan dan sinar pantul (disebut sebagai garis normal), maka kita akan memperoleh nilai sudut yang sama antara sinar datang dan sinar pantul.

Baca juga postingan menarik tentang Manfaat Cermin Datar pada Periskop.

Bagaimana? Apakah anda sudah paham tentang hukum pemantulan cahaya? Silahkan share pendapat anda disini.

One Reply to “Hukum Pemantulan Cahaya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.