Penerapan Perpindahan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebelumnya, konsep perpindahan kalor telah dibahas dalam artikel Perpindahan Kalor. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa kalor dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Perpindahan kalor dapat terjadi melalui tiga cara, yakni: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konsep perpindahan kalor tersebut dimanfaatkan dalam alat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: setrika, termos, pemanas air, dan masih banyak lagi.

Perpindahan-kalor-dalam-kehidupan-sehari-hari

Penerapan perpindahan kalor secara Konduksi

Perpindahan kalor antara setrika dan kain terjadi secara konduksi. Kita perlu memberikan kalor pada kain yang kusut agar mudah dirapikan kembali.

Penerapan perpindahan kalor secara Konveksi

Selain terjadi pada proses memasak air, peristiwa konveksi juga dapat dilihat pada terjadinya angin darat dan angin laut. Angin darat umumnya terjadi pada malam hari. Pada malam hari, daratan lebih dingin ketimbang lautan, sehingga tekanan di laut menjadi lebih rendah dibandingkan di darat. Udara dingin akan mengisi ruang kosong dilautan yang ditinggalkan oleh udara panas di lautan.

Pada siang hari terjadi angin laut. Pada saat itu, daratan lebih cepat panas ketimbang lautan sehingga laut bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan daratan. Ruang kosong yang ditinggalkan oleh udara panas ke atas diisi oleh udara dari lautan yang lebih dingin.

Baca juga:   Perpindahan Kalor

Penerapan perpindahan kalor secara Radiasi

Panas matahari dapat dirasakan di bumi meskipun jarak matahari dan bumi sangat jauh serta terdapat ruang hampa diantaranya.

Besarnya radiasi kalor yang dipancarkan maupun diserap tergantung dari warna benda. Warna gelap akan lebih mudah memancarkan maupun menyerap kalor, sedangkan warna terang ataupun mengkilap merupakan pemancar dan penyerap kalor yang buruk.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai peristiwa ketika pakaian sedang dijemur. Pakaian yang berwarna gelap lebih cepat kering ketimbang pakaian yang berwarna terang. Hal ini disebabkan karena pakaian yang berwarna gelap lebih cepat menyerap kalor dibanding pakaian yang berwarna terang.

Mencegah terjadinya perpindahan kalor

Pada suatu ketika, kita tidak menginginkan terjadinya perpindahan kalor dalam bentuk apapun. Hal itu terjadi ketika kita menyimpan air panas ke dalam termos. Air tetap dalam kondisi panas didalam termos karena semua kemungkinan perpindahan kalor baik dalam konduksi, konveksi, maupun radiasi telah dicegah.

Tutup termos yang terbuat dari bahan isolator berguna untuk mencegah perpindahan kalor secara konduksi. Ruang hampa yang berada disekeliling termos berguna untuk mencegah panas air berpindah secara konveksi; Sedangkan lapisan berwarna perak di dalam dinding termos berguna untuk mencegah perpindahan kalor secara radiasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.